12:12 AM
Spertihalnya dunia nyata, di dunia maya/internet juga banyak memiliki masalah salah satunya penyebaran virus yang dapat menginfeksi divace anda. Internet juga telah menjadi media penyebaran malware yang sangat berbahaya. Dan pada tahun 2005, ancaman di dunia cyber bertambah dengan munculnya varian barumalware jenis ransomware.
Baca juga artikel ini : Ini Teknologi Google yang Bakal Ubah Dunia
Ransomware, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai malware yang memiliki kemampuan untuk mengunci komputer atau mengenkripsi file untuk mengelabui penggunanya. Tujuannya adalah membuat pengguna memberikan uang tebusan agar fileyang tersandera tersebut dilepaskan.
Untuk mengetahui cara kerja ransomware berikut penjelasan yang dikutip dari liputan6.com
Malware yang paling banyak ditemukan di Amerika Serikat ini bekerja dalam empat cara.Pertama, ransomware melumpuhkan komputer dengan cara mematikan sejumlahtools dan program yang terdapat di registry.Kedua, ransomware melumpuhkan keyboarddan mouse, dan hanya membiarkan pad nomor aktif.
Ketiga, ransomware mengunduh dan menampilkan pesan peringatan, yang isinya mengaku-ngaku sebagai penegak hukum.Keempat, pesan peringatan tersebut menyatakan bahwa si pengguna telah diketahui mengakses konten ilegal di internet, sehingga si pengguna harus membayar sejumlah uang agar bisa mengakses komputernya.
Apa saja yang terkena dampak ransomwares?
Sistem yang terkena dampak ransomewareadalah komputer, perangkat mobile, danserver. Kebanyakan serangan ransomware dikomputer ditemukan pada komputer pribadi yang berjalan di sistem operasi Windows.
Baca juga artikel ini : 9 Inspirasi Menciptakan Peluang Usaha
Sementara di perangkatmobile, ransomware masih dalam tahap percobaan pengembangan, yang mana para pelaku kejahatan di dunia maya mengamati hasilnya terlebih dahulu, sebelum memutuskan langkah berikutnya. Adapun seranganransomware terhadap server dilakukan si pelaku dengan cara melancarkan serangandistributed denial-of-service (DDoS).
Dalam gelaran media briefing Symantec yang berlangsung hari ini, Kamis (27/08/2015), Country Manager Symantec Indonesia, Ong Jong Han, mengungkapkan, "Saat ini 4.000 serangan ransomware dikabarkan ada di Indonesia."
Selain itu, Halim Santoso selaku perwakilan dari System Engineering Symantecs ASEAN memaparkan, "Di Indonesia, kami menemukanscam di situs jejaring sosial dalam persentase yang sangat tinggi, yaitu 90%. Angka ini bisa dicapai karena pada dasarnya, penyebaranscam tersebut bermula dari rasa saling percaya di antara lingkaran pertemanan para pengguna situs jejaring sosial."
Cara Kerja dan Bahaya Virus Ransomware
/
0 Comments
Si itam News - Dunia internet memang sangat menarik untuk di telusuri seluk beluknya, hamparan dunia maya dapat digambarkan seperti luas jagad raya, semua ada didalamnya dari hal-hal kecil dan sepele sampai hal-hal yang rumit dan khusus. Saat ini jaringan internet sudah banyak merambah ke berbagai lini kehidupan, seperti dalam kehidupan sehari-hari, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, bahkan pertahanan dan keamanan suatu negara. Hampir seluruh perusahaan saat ini sudah menggunakan jaringan internet karena untuk mempermudah dan efisiensi pekerjaan karyawan.
Spertihalnya dunia nyata, di dunia maya/internet juga banyak memiliki masalah salah satunya penyebaran virus yang dapat menginfeksi divace anda. Internet juga telah menjadi media penyebaran malware yang sangat berbahaya. Dan pada tahun 2005, ancaman di dunia cyber bertambah dengan munculnya varian barumalware jenis ransomware.
Baca juga artikel ini : Ini Teknologi Google yang Bakal Ubah Dunia
Ransomware, secara sederhana dapat dijelaskan sebagai malware yang memiliki kemampuan untuk mengunci komputer atau mengenkripsi file untuk mengelabui penggunanya. Tujuannya adalah membuat pengguna memberikan uang tebusan agar fileyang tersandera tersebut dilepaskan.
Untuk mengetahui cara kerja ransomware berikut penjelasan yang dikutip dari liputan6.com
Malware yang paling banyak ditemukan di Amerika Serikat ini bekerja dalam empat cara.Pertama, ransomware melumpuhkan komputer dengan cara mematikan sejumlahtools dan program yang terdapat di registry.Kedua, ransomware melumpuhkan keyboarddan mouse, dan hanya membiarkan pad nomor aktif.
Ketiga, ransomware mengunduh dan menampilkan pesan peringatan, yang isinya mengaku-ngaku sebagai penegak hukum.Keempat, pesan peringatan tersebut menyatakan bahwa si pengguna telah diketahui mengakses konten ilegal di internet, sehingga si pengguna harus membayar sejumlah uang agar bisa mengakses komputernya.
Apa saja yang terkena dampak ransomwares?
Sistem yang terkena dampak ransomewareadalah komputer, perangkat mobile, danserver. Kebanyakan serangan ransomware dikomputer ditemukan pada komputer pribadi yang berjalan di sistem operasi Windows.
Baca juga artikel ini : 9 Inspirasi Menciptakan Peluang Usaha
Sementara di perangkatmobile, ransomware masih dalam tahap percobaan pengembangan, yang mana para pelaku kejahatan di dunia maya mengamati hasilnya terlebih dahulu, sebelum memutuskan langkah berikutnya. Adapun seranganransomware terhadap server dilakukan si pelaku dengan cara melancarkan serangandistributed denial-of-service (DDoS).
Dalam gelaran media briefing Symantec yang berlangsung hari ini, Kamis (27/08/2015), Country Manager Symantec Indonesia, Ong Jong Han, mengungkapkan, "Saat ini 4.000 serangan ransomware dikabarkan ada di Indonesia."
Selain itu, Halim Santoso selaku perwakilan dari System Engineering Symantecs ASEAN memaparkan, "Di Indonesia, kami menemukanscam di situs jejaring sosial dalam persentase yang sangat tinggi, yaitu 90%. Angka ini bisa dicapai karena pada dasarnya, penyebaranscam tersebut bermula dari rasa saling percaya di antara lingkaran pertemanan para pengguna situs jejaring sosial."



