Showing posts with label Health. Show all posts
Showing posts with label Health. Show all posts

Ilustrasi anak menggunakan HP foto dari infoandroid Perkembangan teknologi semakin pesat, dapat dipastikan setiap minggu terlahir jenis ...

Dampak Negatif HP Bagi Anak

Ilustrasi anak menggunakan HP foto dari infoandroid
Perkembangan teknologi semakin pesat, dapat dipastikan setiap minggu terlahir jenis atau farian hasil karya teknologi. Salah satunya penggunaan handphone atau smartphon, jenis gadjet ini sudah sangat familiar bagi semua lapisan masyarakat. Bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari anak TK dan SD terbiasa menggunakan smartphone atau tablet. Tidak jarang pula para orang tua memberikan gajet pada anaknya yang masih balita.

Anak yang masih berusia dibawah 2 tahun sebaiknya jangan terlalu lama menggunakan gadget, baik itu smartphone, tablet maupun komputer PC, begitu menurut American Academi of Pediatrics. Selain itu semakin kecil usia anak saat mulai menggunakan gadget, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap anak, padahal balita otaknya sedang tumbuh dengan pesat.

Adapun berbagai dampak dan pengaruh gadget bagi anak adalah sebagai berikut ini, yang di kutip dari jurnalweb.

1. Susah tidur

Dampak buruk smartphone yang pertama adalah bisa bikin susah tidur, karena hampir semua layar gadget mengeluarkan yang namanya blue light yang menyerupai cahaya pada siang hari. Cahaya tersebut dapat mengirimkan sinyal yang salah pada otak anak dan bisa membingungkan bagi tubuh manusia. Jadi apabila pada malam hari anak jadi susah tidur, disarankan untuk memberlakukan kegiatan tanpa gadget dirumah Anda 1-3 jam sebelum tidur dan mengganti dengan membaca buku bersama-sama, atau menceritakan dongeng-dongeng yang bermanfaat bagi mereka.

2. Kurang gerak

Sudah menjadi kebiasaan seorang anak untuk terus bergerak, lari-larian, melompat, menari dan bermain untuk membatu pertumbuhan fisik yang sehat dan juga kuat. Namun anak-anak sekarang terlalu nyaman bermain gadget yang sudah pasti hanya duduk diam, dan ini tentu memiliki dampak buruk bagi anak. Jika hal tersebut terlalu sering terjadi, maka bisa saja anak jadi obesitas. Oleh karena itu disarankan untuk para orang tua modern sekarang ini agar lebih sering membawa anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain bola, berenang, main sepeda, atau kegiatan lain yang membuat mereka banyak bergerak.

3. Gangguan pada mata

Terlalu sering menatap layar dianggap bisa menyebabkan mata jadi buram, kering dan bahkan jadi sering sakit kepala. Walaupun belum ada laporan resmi untuk kerusakan mata tersebut. Orang tua disarankan untuk mengajarkan anak untuk menjaga jarak pandang antara mata dan juga layar, selain itu atur tingkat terang dan gelapnya, jangan terlalu terang, dan suruh anak untuk beristirahat setiap 10 – 20 menit sekali.

4. Nyeri / Sakit

Terlalu lama bermain smartphone bisa menyebabkan sakit pada beberapa bagian tubuh, seperti pada bahu, leher, punggung, tangan dan jari. Ajarkan anak untuk sering beristirahat dan ajarkan juga mereka posisi duduk yang baik dan posisi gadget jangan sampai lebih tinggi dari mata. Hal ini untuk mengurangi dampak leher terlalu lama mendongak.

5. Konsentrasi jadi pendek

Terlalu lama dalam menggunakan gadget ternyata dapat membuat seseorang sulit untuk berkonsentrasi dalam jangka waktu lama pada sesuatu. Oleh karena itu, orang tua diasarankan untuk berlatih berbagai hal untuk bisa membuat anak menjadi tenang tanpa harus memanfaatkan gadget. Hal ini demi kesehatan dan juga masa depan anak tercinta lho.

6. Kemampuan bersosialisasi berkurang

Pengguna gadget tetap mampu untuk bersosialisasi dengan melakukan hubungan melalui berbagai aplikasi yang ada. Namun anak-anak juga perlu untuk memiliki kemampuan membaca emosi orang lain, caranya tentu dengan melakukan interaksi langsung dengan bertatap muka. Itu sebabnya, pembatasan waktu dalam penggunaan gadget adalah jalan keluar terbaiknya.

7. Rasa cemas yang berlebihan

Apabila anak Anda sudah cukup besar, waspadai kegiatan mereka di sosial media. Karena disitu ada banyak sekali yang bisa mereka lihat, bahkan hal-hal yang buruk. Salah satunya adalah, kemungkinan mereka yang cenderung jadi membandingkan dirinya dengan teman-teman yang mereka lihat di sosial media, atau bahkan mereka sangat sibuk berusaha untuk membuat orang lain memberikan like atau komentar. Tentu sangat disayangkan sekali jika energi mereka hanya dihabiskan untuk hal tersebut. Oleh sebab itu, peran orang tua untuk mengawasi anak di sosial media jadi sangat penting, lakukan diskusi dengan anak tentang cara-cara bersosial media, seperti bagaimana menanggapi apa yang dilihatnya, jangan sampai terlalu berlebihan merespon, jangan juga sampai mengejek orang lain, atau bahkan menghakimi temannya yang akhirnya bisa menimbulkan masalah dalam hubungan pertemanannya.

8. Gangguan mental

Rasanya seperti tidak mungkin anak-anak yang masih berusia sangat dini bisa mengalami gangguan kejiwaan. Tapi, sejumlah studi menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan dapat berpotensi menjadi penyebab tingkat depresi pada anak, kurang konsentrasi, kecemasan, autisme, bipolar, serta perilaku bermasalah lainnya.

10. Perilaku agresif

Media komunikasi yang sekarang makin tidak terkontrol terkadang menyuguhkan aksi kekerasan yang dapat menyebabkan anak menjadi lebih agresif. Ditambah kini banyak media maupun video game yang menampilkan perilaku-perilaku tindak kekerasan fisik dan seksual. Amerika Serikat sendiri bahkan memasukkan bentuk kekerasan dalam media sebagai sebuah risiko kesehatan masyarakat karena pengaruh negatifnya terhadap anak-anak.

11. Jadi pelupa

Bermacam bentuk teknologi media saat ini memproses informasi dengan sangat cepat. Akibatnya, anak terlalu cepat dalam memproses informasi, mereka malah cenderung jadi kurang bisa berkonsentrasi serta daya ingatnya menurun. Apanila anak-anak tidak bisa berkonsentrasi, maka tentu efek sampingnya mereka akan mengalami berbagai kesulitan dalam belajar.

12. Jadi kecanduan

Orangtua yang terbiasa hidup dengan gadget, seringa kali membuat anak merasa tidak diperhatikan dan bahkan asyik sendiri dengan smartphone atau tabletnya. Dampaknya, hal tersebut menjadi kebiasaan dan bisa menimbulkan kecanduan terhadap gadget. Penelitian Gentile menyebutkan, 1 dari 11 anak yang berusia antara 8-18 tahun kecanduan teknologi gadget.

13. Terkena radiasi

Telepon seluler serta berbagai teknologi nirkabel lainnya mengeluarkan radiasi yang bisa berbahaya untuk kesehatan. Anak-anak yang sering bermain dengan gadget bisa berisiko sering terpapar oleh radiasi tersebut. Padahal, sistem kekebalan tubuh dan otak mereka sedang dalam masa pertumbuhan.

14. Tidak berkelanjutan

Anak-anak adalah masa depan kita, tapi tidak ada masa depan bagi anak-anak yang terlalu sering menggunakan teknologi canggih, demikian yang diungkapkan peneliti Cris Rowan. Menurutnya, sebuah edukasi yang berasal dari gadget tak akan bisa bertahan lama dalam ingatan anak-anak. Oleh sebab itu, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi anak-anak tersebut, sehingga perlu untuk dibatasi.

Bagi anda para orang tua sebaiknya mengontrol penggunaan gajet untuk anak-anak anda yang masih balita, untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan HP terhadap anak anda. Jika anda anggap bermanfaat artikel ini silahkan share ke orang yang anda sayangi.

Siitam News - Anda pasti sudah mengenal dengan Obat Antibiotik. Antibiotik sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan atas inisiatif...

Jangan Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik Berbahaya


Siitam News - Anda pasti sudah mengenal dengan Obat Antibiotik. Antibiotik sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan atas inisiatif pribadi karena bisa berdampak buruk pada kesehatan di masa depan. Terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis pengobatan untuk infeksi yang Anda alami. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang aman selalu memerlukan petunjuk dari dokter yang telah terlatih secara medis.

Seperti halnya penjelasan dari Apt. Ani Agustina, S.Farm., M.Sc dalam akun facebooknya menjelaskan dengan sangat detail, berikut penjelasan beliau yang bertajuk

 "AKU ATAU KAMU YANG HARUS BERAKHIR?!"

Mungkin banyak teman Apoteker yang pernah mengalami hal sama seperti saya alami.

"Mbak, beli antibiotik dong. Ini muka saya lagi jerawatan". Padahal wajah Mas yang mau beli antibiotik cuma dihinggapi tiga biji jerawat.

Atau,
"Mbak, beli antibiotik. Buat ayam saya, lagi sakit soalnya". Kadang tidak cuma ayam yang diberi antibiotik, bisa jadi burung, ikan, atau kucing. 

Emang hewan ga boleh diberi antibiotik yaa? Boleh kok, tapi hewan-hewan tersebut harus ditangani dulu oleh dokter hewan. Dipastikan apakah butuh antibiotik atau tidak. Kalau membutuhkan antibiotik, maka ada takaran yang jelas.
Pernah pula suatu ketika, datang seorang ibu paruh baya untuk membeli antibiotik tanpa membawa resep dan langsung kami menolaknya, si Ibu langsung nyolot.

"Iya, saya tahu beli antibiotik harus pakai resep. Tapi kan cuma di Yogya. Harusnya saya bawa aja antibiotik dari saudara saya di Surabaya yang kerja di Puskesmas sana. Katanya Yogya itu terlalu idealis, beli antibiotik aja harus pakai resep".

Saya akui, saat ini baru Yogyakarta yang ketat menjalankan peraturan untuk tidak melayani antibiotik tanpa menggunakan resep. Hal paling konyol yang saya dengar adalah saudara si Ibu yang kerja di Puskesmas mau memberikan sangu antibiotik? Dipikir antibiotik kacang goreng kali yaa, bisa dikonsumsi kapan saja. Jangan-jangan saudara si Ibu kerja di Puskesmas bukan sebagai tenaga kesehatan tapi Cleaning Service kali yaa? Sumpah, saya kesal banget waktu si Ibu nyolot. 

Jika suatu saat kalian jalan-jalan di Yogya, kemudian mengalami batuk pilek demam atau sakit gigi, dan terbiasa menggunakan antibiotik, kemudian hendak membeli antibiotik tanpa resep dokter, jangan harap kalian bisa mendapatkannya. Sebab semua apotek dari utara sampai selatan, dari barat hingga timur Yogyakarta telah bersepakat untuk tidak menjual antibiotik tanpa resep dokter. Harapan saya semoga kota-kota lain bisa mengikuti langkah yang sudah diambil oleh Ikatan Apoteker Indonesia Yogyakarta.

Baca juga artikel ini : 

5 Kebiasaan Buruk yang Pengaruhi Posisi Gigi Anak


Duh, serius nih. Saya kok baper yaa kalau ngomongin Yogya. Ah memang, sebagaimana sebuah kutipan: Yogya itu terbuat dari rindu, pulang dan angkringan.

Eits, balik ke antibiotik.

Sepenting itukah antibiotik sehingga pembeliannya harus dibatasi?

Jadi begini.

Antibiotik itu adalah obat yang digunakan untuk membunuh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Emang ada bakteri yang tidak menyebabkan sakit? Ada. Kebanyakan orang mengenalnya bakteri baik, tapi saya lebih suka menyebutnya 'friendly bacteria'. Maka, selain tersedia sediaan antibiotik, juga ada namanya sediaan probiotik.

Penggunaan antibiotik ini sebenarnya ada batasannya, ada aturan dalam pemberiannya kepada pasien agar antibiotik tidak disalahgunakan. Bukan cuma narkoba saja lho disalahgunakan, antibiotik juga bisa. Seperti kisah diawal, antibiotik diberikan kepada hewan dengan dosis semau pemiliknya, dosisnya disamakan dengan manusia.

Apa yang terjadi jika antibiotik disalahgunakan penggunaannya atau tidak tepat dalam pemberiannya?
KEBAL. Bakteri akan menjadi kebal pada antibiotik tersebut. Akibatnya antibiotik tidak bisa menyembuhkan penyakit infeksi tersebut, sudah tidak efektif lagi. Nah, kebalnya bakteri pada serangan antibiotik inilah yang disebut RESISTENSI ANTIBIOTIK.

Baca juga artikel ini : 

Mau Wisata Di Lampung ? Coba kunjungi 10 Tempat Ini


Seberapa mengkhawatirkannya resistensi antibiotik?
Resistensi antibiotik dapat menyebabkan bertambah lamanya waktu pengobatan suatu penyakit. Dengan lamanya waktu pengobatan, tentu akan menambah biaya untuk pengobatan. Lebih mengkhawatirkan lagi, jika penyakit infeksi menjadi parah. Keparahan penyakit ini bisa pula menyebabkan kematian. 

Berhubung data resistensi antibiotik di Indonesia belum ada (atau saya yang kurang gigih nyari gosip dari Mbak Gugel), saya menggunakan data dari CDC US (semacam Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat Nasional di US). Bahwa jumlah kasus yang mengalami keparahan penyakit karena resistensi antibiotik diperkirakan 2.049.442 setiap tahunnya, dan menyebabkan kematian sebanyak 23.000 kasus setiap tahunnya. 

Lumayan banyak yaa? 

Kalau menurut info dari WHO per September 2016, pasien yang mengalami penyakit infeksi dan resisten terhadap antibiotik Methicilline (istilah kerennya MRSA: Methicilline Resistance  Staphlylococcus aureus) mempunyai peluang 64% kemungkinan mengalami kematian dibandingkan pasien yang tidak mengalami resistensi.

Uwow. Jadi gimana caranya biar kita ga termasuk diantara 2 juta kasus ataupun pasien yang memiliki peluang 64% untuk mati?
Caranya mudah, taat dan patuh pada apa yang disampaikan oleh dokter dan apoteker yaa. Hehe.

Baca juga artikel ini : 

Produk Bank yang Sering Digunakan dan Manfaatnya


Kita mulai dengan;

1. Tidak menggunakan antibiotik untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus. Semisal nih batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan.

Kalau batuk, pilek, demam baru tiga hari atau bahkan baru hari pertama, jangan langsung dihajar sama antibiotik. Kemungkinan itu disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Sistem imun kita akan bergerilya untuk melawan virus tersebut. Sehingga batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokannya bisa sembuh bahkan tanpa obat. Syaratnya, sistem imun kita pada kondisi excellent.

Akan berbeda kalau kondisi batuk sudah seminggu atau dua minggu ga hilang-hilang, atau demamnya sudah lebih dari tiga hari. Atau kalau sakit tenggorokannya sudah pada tahap ada peradangan. Kalau kondisi begini langsung ke dokter, karena itu merupakan alarm bahwa ada masalah pada tubuh kita.  

2. Penggunaan antibiotik harus dihabiskan, jangan berhenti ketika sudah merasa agak baikan. Benar-benar harus dihabiskan walaupun sudah sembuh dari sakit.

Pasti pernah ada yang mengalami kejadian gini,

"Udahan ah minum obatnya, udah enakan gini badannya".

Kejadian tersebut akan menjadi masalah kalau obat dihentikan tanpa dihabiskan adalah antibiotik. Kenapa? Kemungkinan ada bakteri yang belum mati saat antibiotik dihentikan ditengah pengobatan, akhirnya bakteri itu dapat terbebas dari serangan antibiotik. 

Perlu diketahui, bakteri itu makhluk yang diciptakan dengan kecerdasan lho. Ibarat dalam peperangan, ketika ada kesempatan melarikan diri maka bakteri akan menyusun kekuatan untuk menyerang kembali, lain waktu. Caranya dengan mengubah susunan DNA-nya, terjadi mutasi DNA dan kemudian menggandakan diri dalam jumlah yang banyak. Kok begitu? Jika menggunakan kekuatan seperti sediakala, kemungkinan besar dia akan kalah tarung sebab antibiotik sudah tahu kelemahannya. Semakin sering bakteri mendapat tekanan serangan dari antibiotik, maka akan semakin sering bakteri melakukan mutasi DNA.
Mungkin ilustrasinya gini yaa,

Bakteri A diserang antibiotik B, tapi tidak semua antibiotik B ikut menyerang bakteri A. Masih ada yang tersisa, masih ada yang leyeh-leyeh. Bakteri dapat melarikan diri, merehabilitasi dirinya dengan mutasi DNA. Kemudian membuat kegaduhan lagi. Diserang pakai antibiotik B, kalah antibiotiknya. Ganti strategi pakai antibiotik C, tapi masih ada antibiotik C yang tersisa dan leyeh-leyeh. Bakteri dapat melarikan diri, dan memutasi DNA-nya lagi. Terus menerus seperti itu jika antibiotik tidak dihabiskan konsumsinya. Akhirnya terjadilah resistensi antibiotik.

Kalau dalam film action, mungkin bakteri udah pakai ikat kepala lalu menunjuk ke antibiotik sambil bilang," Aku tidak akan menyerah. Aku yang berakhir atau kamu yang berakhir!". Pokoknya sampai titik darah penghabisan deh.

3. Tidak menggunakan antibiotik yang diberikan orang lain, sebab bisa jadi infeksi orang tersebut berbeda dengan infeksi yang sedang kita alami.

Pernahkah mengalami kejadian gini,
"Lagi sakit gigi, Jeng? Ini pakai aja obat dari dokterku. Antibiotik manjur". 

Apa kesalahannya? Berbagi antibiotik. Berarti antibiotiknya tidak dihabiskan, karena sisanya diberikan kepada temannya.

Baca juga artikel ini : Cara Memulai Bisnis

Jangan pernah melakukan hal demikian. Sebab bakteri yang menginfeksi diri anda akan berbeda dengan orang lain. Belum lagi kondisi fisik entah itu usia, fungsi keseluruhan organ tubuh anda, mungkin ada penyakit lain yang diderita. Hal itu bisa menjadi pertimbangan pengobatan. Serahkan pada ahlinya.

4. Tanyakan pada dokter atau apoteker, bagaimana cara mengkonsumsi antibiotiknya. Apakah harus bersama dengan makanan? Atau dikonsumsi saat perut kosong semisal sebelum makan? Atau dikonsumsi satu jam atau dua jam setelah makan? Kenapa ada antibiotik yang harus diminum dengan susu? Kenapa ga boleh dimakan pakai pisang bagi yang susah menelan? Bagaimana penyimpanannya, apakah pada suhu kamar atau pada kondisi dingin?

Informasi yang begini jangan dianggap remeh yaa. Tanyakan sebanyak-banyaknya kepada Apoteker yang ada di RS, Klinik, Puskesmas, atau Apotek. Mumpung konsultasi dengan Apoteker masih gratis tis tis.

Permasalahan resistensi antibiotik ini telah menjadi permasalahan global, bukan hanya di Indonesia. Jika saat ini kita mengabaikannya, betapa semakin jauhnya kita tertinggal dari negara-negara yang serius menangani masalah ini. Tidak usah berharap banyak dari pemerintah, lakukan yang kita bisa. 

Semakin kita mengabaikannya, semakin kita tertinggal dari yang lainnya, maka yakinlah negara kita akan menjadi ndeso sebenar-benarnya.

Saya,

Apt. Ani Agustina, S.Farm., M.Sc
Apoteker Rumah Tangga (ART)
sekian melaporkan.

Foto : orami magazine Bentuk susunan gigi setiap orang berbeda-beda, sehingga bentuk susunan gigi juga dapat digunakan sebagai alat un...

5 Kebiasaan Buruk yang Pengaruhi Posisi Gigi Anak

https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/5-kebiasaan-buruk-yang-pengaruhi-posisi.html
Foto : orami magazine
Bentuk susunan gigi setiap orang berbeda-beda, sehingga bentuk susunan gigi juga dapat digunakan sebagai alat untuk identifikasi seseorang, selain sidik jari dll.

Bentuk susunan gigi dapat dipengaruhi oleh faktor genetik / keturunan seperti susunan gigi anak akan terlihat sama dengan susunan gigi orangtuanya. Namun ada beberapa kebiasaan buruk disaat masa pertumbuhan pada anak yang dapat mempengaruhi terbentuknya susunan gigi.

Drg Imelda Maharani, SpOrt dari Bamed Dental Care menjelaskan ada lima kebiasaan buruk yang membuat posisi gigi anak jadi berubah. Yakni:

1. Mengisap jempol
Ada anak-anak yang memiliki kebiasaan ini hingga sesudah balita. Padahal jika dilakukan dalam waktu lama dan hisapan kuat bisa memengaruhi posisi gigi.
"Jempol mendorong rahang atas maju ke depan, sedangkan rahang bawah ke belakang. Nah hal ini akan membuat open bite," tutur drg Imel saat konfrensi pers #BamedPeduliGigiAnak di Jakarta ditulis Jumat (3/3/2017).

2. Menjulurkan lidah
Dokter gigi spesialis orthodonti saat melihat foto anak ini biasanya sudah mengetahui kebiasaan buruk tersebut. Ada ciri-cirinya yakni gigi bawah lebih maju dibanding gigi atas.

3. Bernapas dengan mulut
Ada beberapa kondisi yang membuat anak bernapas dengan mulut mulai dari penyumbatan saluran napas hingga pembesaran getah bening. Penting untul mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu.

4. Menggigit kuku
"Ini tidak akan sebabkan maloklusi parah. Tapi kalau terjadi dalam waktu lama tidak baik ya. Sebaiknya bila anak mempunyai kebiasaan ini jangan dibiarkan berlanjut," pesannya.

5. Mengisap bibir
Anak yang memiliki kebiasaan mengisap bibir ada kecenderungan bibir bawah yang digigit. Jika dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan gigi atas maju, sementara gigi bawah mundur.
Dokter spesialis orthodonti bisa dilakukan tindakan intervensi pada kasus ini gigi seperti ini. Namun, sebelumnya perlu dilakukan terapi untuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut.
"Tanpa dieliminasi kebiasaan buruk itu terlebih dahulu, hasilnya akan tidak akan optimal," tutur drg Imel.

Suber artikel : liputan6




Baca juga ini :

  1. JANGAN MENGEJAR DUNIA (Cerita kisah nyata dari guru Saptuari)
  2. 5 Rahasia di Dalam Kabin Pesawat yang Belum Anda Ketahui
  3. Buah Yang Sering Kita Jumpai ini Dapat Digunakan Untuk Program Diet

Siitam News - Gaya hidup sehat saat ini wajib di miliki semua orang, dengan menjaga ideal berat badan anda tentunya dapat memberikan kebai...

Buah Yang Sering Kita Jumpai ini Dapat Digunakan Untuk Program Diet

https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Siitam News - Gaya hidup sehat saat ini wajib di miliki semua orang, dengan menjaga ideal berat badan anda tentunya dapat memberikan kebaikan dalam hidup.

Banyak diantara kita yang bingung bagaimana menurunkan berat badan yang kurang ideal. Ada berbagai cara untuk menjaga berat badan tetap ideal dan sehat, diantaranya dengan menjaga pola makan.

Berikut buah-buahan yang dapat membatu program diet anda, seperti yang kami lansir dari dedaunan.com

1. Pisang
Buah pisang adalah salah satu jenis buah yang sangat mudah ditemukan di daerah-daerah tropis seperti di Indonesia. Dan di sekitar rumah Anda, Anda juga pasti tidak akan kesulitan menemukan pohon pisang atau penjual buah pisang.
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Pada dasarnya banyak sekali manfaat atau khasiat yang bisa Anda dapatkan dari buah pisang ini. Dan salah satu manfaatnya adalah untuk melancarkan program diet Anda. Pisang memiliki kandungan serat dan tinggi dan juga sangat rendah kalori, sehingga sampai saat ini buah pisang masih menjadi buah yang bagus untuk diet dan banyak disukai oleh orang karena rasanya yang juga lezat. Selain itu buah yang identik dengan warna kuning atau hijau ini juga mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk diet.

2. Apel

Buah yang bagus untuk diet selanjutnya adalah buah apel. Jenis buah yang terkadang berwarna merah, hijau atau kuning ini adalah salah satu buah yang rasanya lezat dan nikmat untuk dibuat menjadi berbagai olahan.
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Sebut saja jus apel, keripik apel, dan sebagainya. Buah apel ini adalah jenis buah yang mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh dan sangat baik dikonsumsi sehari-hari. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, Anda bisa mengganti camilan Anda dengan buah apel. Sama seperti buah pisang, apel juga mengandung serat yang tinggi sehingga bagus untuk pencernaan. Selain itu, tanpa Anda sadari ketika Anda menggigit buah apel, buah apel bisa menjaga kesehatan gigi Anda.

3. Pepaya

Buah pepaya adalah salah satu buah pendamping diet yang sangat bagus dan banyak manfaatnya. Seperti yang kita ketahui bersama, buah pepaya adalah salah satu jenis buah yang kandungan seratnya sangat tinggi sehigga dengan mengonsumsi buah pepaya Anda juga bisa membantu memelihara kesehatan pencernaan Anda.
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html

Lalu apa hubugannya dengan diet? Tentu saja ada, jadi jika saluran pencernaan bekerja dengan baik, maka tumpukan lemak yang ada di dalam tubuh pun akan ikut terbuang dari tubuh dan proses penurunan berat badan semakin cepat. Selain untuk orang yang sedang diet, bagi Anda yang baru saja hamil atau para lansia buah pepaya sangat banyak manfaatnya untuk melancarkan buang air besar.

4. Melon

Buah berwarna hijau segar ini juga menjadi salah satu buah yang bagus untuk diet. Selain warnanya yang segar, saat dimakan rasanya juga sangat segar dan mengandung banyak air.
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Dan yang lebih luar biasa adalah, ternyata dibalik rasanya yang nikmat dan banyak mengandung air itu melon juga cukup disarankan bagi Anda yang sedang melakukan program diet. Kandungan air yang tinggi pada buah melon dinilai bisa membantu melancarkan pencernaan yang juga bisa membantu Anda mempercepat proses penurunan berat badan.

5. Buah Ara

Selain keempat buah tadi yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan kelancaran pencernaan. Ada satu buah lagi yang juga bermanfaat untuk diet dan pencernaan. Buah ara, mungkin Anda juga cukup asing dengan jenis buah ini.
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Buah yang bagian dalamnya berwarna merah dan bagian luarnya terkadang berwarna hijau atau ungu ini ternyata juga mengandung banyak serat sehingga sangat bagus untuk proses penernaan dan proses penurunan berat badan. Selain itu, bagi Anda yang memiliki golongan darah O, buah ara juga menjadi salah satu buah yang bagus untuk diet golongan darah O.

6. Semangka

Selain buah melon, buah semangka juga memiliki kandungan air yang banyak. Saat mengonsumsi buah semangka
https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/03/buah-yang-sering-kita-jumpai-ini-dapat.html
Anda juga akan merasakan efek terhindar dari dehidrasi karena kandungan airnya yang sangat menyegarkan. Buah yang dagingnya berwarna merah dan biasanya memiliki banyak biji ini mengandung banyak vitamin A dan juga vitamin C yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Buah semangka akan membuat Anda mendapatkan energi ekstra dan juga membuat Anda merasa kenyang lebih lama.

Nah, selain beberapa jenis buah yang bermanfaat untuk program diet tadi, ternyata ada juga beberapa macam buah yang sebaiknya Anda hindari saat Anda sedang melakuan diet. Alih-alih ingin mempercepat proses diet, jika mengonsumsi jenis buah ini Anda justru bisa merusak diet Anda.

Jenis buah pertama yang harus Anda hindari saat sedang diet adalah buah alpukat. Pada dasarnya buah alpukat memang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Akan tetapi, kandungan lemak dan juga kalori yang tinggi bisa merusak proses diet Anda. Yang kedua adalah jenis anggur merah, jenis buah yang juga sebenarnya bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan juga bisa mengurangi berat badan dengan lebih cepat. Akan tetapi jika Anda mengonsumsinya dengan porsi yang sembarangan, justru akan memberikan dampak negatif untuk tubuh Anda.

Buah coklat, termasuk produk turunannya, juga sebaiknya Anda hindari ketika Anda sedang berdiet, karena terlalu banyak mengonsumsi coklat hitam bisa menambah asupan kalori, lemak dan lemak jenuh ke dalam tubuh Anda.
Dan kiranya itu tadi adalah saran yang bisa kami berikan mengenai jenis-jenis buah yang bagus untuk diet dan beberapa buah yang sebaiknya dihindari saat diet. Namun sebaiknya Anda konsultaikan juga ke dokter agar Anda mendapatkan buah yang cocok untuk Anda. 

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Baca juga ini : 

Racikan Air Mentimun Untuk Menurunkan Berat Badan



foto : Istock Si itam News - Ada buah yang sangat familiar dengan kita, hampir setiap hari kita menjumpainya, ya ini adalah buah menti...

Racikan Air Mentimun Untuk Menurunkan Berat Badan

https://siitamnews.blogspot.co.id/2017/02/racikan-air-mentimun-untuk-menurunkan.html
foto : Istock
Si itam News - Ada buah yang sangat familiar dengan kita, hampir setiap hari kita menjumpainya, ya ini adalah buah mentimun, buah ini berwarna hijau, biyasa hadir dalam makanan kita sebagai lalapan.

Selaian untuk lalapan, ternyata buah mentimin ini banyak memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh kita, salah satunya menurunkan berat badan.

Agar bisa mendapat manfaat dari mentimun, ada beberapa cara meracik minumannya. Termasuk memadukannya dengan bahan lain. Berikut racikan minuman dari air mentimun untuk bantu turunkan berat badan seperti dikutip dari Detikfood (27/02).

1. Semangka dan Air Mentimun

Semangka dan mentimun punya kandungan air tinggi. Bisa membantu tubuh tetap terhidrasi dan sejuk.
Jika ingin minuman sehat dan menyegarkan, cobalah resep air mentimun ini. Campur setengah mentimun dengan 40 gr potongan semangka. Blender hingga halus. Bisa tambahkan sedikit lada hitam dan lemon untuk penambah rasa. Minuman dapat dikonsumsi setelah makan siang atau makan malam.

2. Lemon dan Air Mentimun

Hanya mengonsumsi air mentimun tentunya bisa bosan. Coba tambah sedikit lemon agar jadi racikan jus enak. Tambahkan jus mentimun dengan irisan mentimun dan lemon dalam botol. Masukkan lemari es sampai dingin. Sajikan bersama es batu.

3. Mint dan Air Mentimun

Mentimun punya kandungan vitamin tinggi dan protein. Sementara mint kaya antioksidan dan fitonutrien yang bermanfaat bagi tubuh. Untuk membuat minuman enak, blender satu buah mentimun dengan 1/4 sdt lada hitam, 1 sdm madu, 8 daun mint dan sedikit garam.
Bila sudah halus, saring jus tersebut dan ambil airnya. Tambahkan sedikit air jeruk nipis supaya makin segar.

4. Jeruk dan Air Mentimun

Jeruk juga bisa menambah rasa minuman. Paduan air mentimun dengan jus jeruk merupakan kombinasi enak. Tempatkan 2 buah jeruk, beberapa irisan mentimun dan lemon dan panci kecil. Tambahkan air dan rebus racikan ini. Kemudian lumatkan bahan dengan bantuan garpu sampai berbentuk pasta halus. Tempatkan dalam botol dan tambah air dingin. Masukkan dalam lemari es dan sajikan dingin.
Si itam News. Powered by Blogger.

What's New

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Followers

Powered By Blogger

My Blog List

Instagram

Translate

Popular Posts

Viral Minggu ini